Hoax dan Kebenaran dalam Jurnalistik
Mereka hanya mau meyakini informasi dari “media” atau pihak yang memang mendukung dugaan, asumsi atau kebenaran versi mereka saja.
Mereka hanya mau meyakini informasi dari “media” atau pihak yang memang mendukung dugaan, asumsi atau kebenaran versi mereka saja.
Kisah ini mengajarkan kepada saya jika mereka (para pekerja di perusahaan Bumi Asih Jaya) meski tak terpenuhi haknya, tetap memiliki rasa kemanusiaan meski majikan mereka tidak manusiawi. Bahwa nada minor tentang pekerja yang selalu merasa tidak puas akan upah dan selalu menuntut membabi buta itu tidak selalu benar. Pekerja memang berhak atas upah yang dibayarkan atas setiap keringat yang mereka kucurkan, namun dibalik itu mereka tetap memiliki cinta, kepada keluarga dan sesama manusia
Menghamburkan banyak uang menjelang lebaran rupanya sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia. Tak peduli bagi semua lapisan masyarakat. Baik yang kaya ataupun yang miskin. Apakah ini berlebihan? Saya khawatir iya. Di tengah harga kebutuhan pokok yang semakin sulit dijangkau, justru tradisi berbelanja bagi sebagian besar masyarakat menjadi gelombang pasang untuk menyambut hari lebaran. Hal ini …
Malam itu, grup media sosial yang dipenuhi teman-teman kantor saya, dipenuhi pertanyaan kasak-kusuk. Mereka, yang mayoritas adalah reporter, sedang mempertanyakan soal benar atau tidaknya laporan bahwa salah satu teman, yang juga seangkatan dengan saya, uang operasionalnya selama empat bulan tidak dibayar. Sebelumnya saya ingin menerangkan, media tempat saya bekerja adalah media yang selalu mendaulat dirinya …
Sudah saya baca kumpulan puisi Sapardi Djoko Damono dalam Hujan Bulan Juni. Tentang bait-bait seorang lelaki yang menyerah, yang merahasiakan rintik rindunya kepada pohon berbunga itu. Ya, Juni selalu tabah melihat hujan yang selalu jatuh. Juni kemarin, hujan datang lagi. Ia masih membawa rindu. Bukan rindu seorang kekasih yang gagal pertengahan di paruh tahun, lalu …
Manusia butuh teman untuk menjalani hidup, sebab teman ada untuk saling melengkapi. Saat sulit datang, teman bisa memberi solusi. Tidak hanya dengan manusia, tapi juga dengan tanaman tembakau yang telah menghidupi jutaan rakyat di Indonesia. Tembakau memiliki teman yang melengkapi hidup pencintanya. Sejak pemerintah mengeluarkan peraturan untuk membatasi bahan mengandung zat adiktif berupa produk tembakau …
Lebak 4 mei 2015 lalu, saya mengunjungi Komunitas Sabaki yang berada di Desa Jagaraksa, Kasepuhan Karang, Kecamatan Muncang. Sambil melihat pohon dan tanah di sekitar jalan yang begitu subur, udara yang sejuk serta hamparan tanah yang subur manyambut saya di Desa Jagaraksa. Inilah sentra produk pertanian rakyat yang melimpah. Produk-produk tersebut merupakan sumber pendapatan warga …
Minggu kemarin, Himpunan Mahasiswa Jurnalistik (Himajur) IISIP Jakarta, baru saja mengadakan kongres tahunan. agendanya, tentu saja mengganti ketua umum. Namun, ada sesuatu yang tidak beres. Kejadian ini mengingatkan saya kepada masa ketika mencalonkan diri sebagai presiden Badan Eksekutif Mahasiswa IISIP Jakarta periode 2014-2015, setahun yang lalu. Kongres Himajur dimulai pada tanggal 24 mei 2015 di …
Kemarin, beredar kasak-kusuk di Kampus Jurnalistik: Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa IISIP Jakarta Yulia Purbawati, ikut perjamuan makan malam (18/5) bersama Presiden Jokowi. Warga IISIP (khususnya Mahasiswa) tidak senang dengan keberadaannya di acara perjamuan tersebut. Tapi, The Golden Way ala Mario Teguh sudah di depan mata dengan surat berlambangkan manuk-manukan. “Hello Guys, kapan lagi bisa merasakan … Continue reading
Pramoedya Ananta Toer pernah berkata, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” [1] Pram memang sastarawan yang sudah dikenal khayalak. Namanya mengudara. Wajar berbagai kata dan kutipannya menyebar di sanubari. Ide dalam setiap catatannya selalu menghadirkan perubahan. Bukan perubahan biasa, lebih dari sebuah … Continue reading
Tulisan ini untuk menanggapi tulisan Sherly Febrina [1] “Walaupun hidup seribu tahun kalau dikangkangi sistem yang kapitalistik apa gunanya.” Sepertinya petikan ini cocok untuk menanggapi kalimat, “Semoga terjadi perkembangan menuju ke arah yang lebih baik setelah ini.” Tahun lalu BBM naik lagi, Samin tak sengaja membaca tulisan yang berjudul “Subsidi Tepat Guna untuk Semua”. Samin … Continue reading
Euforia Natal belum selesai. Masih banyak pohon cerama berhias lampu-lampu yang menyala mesra. Belum lagi, hujan di bulan Desemeber yang semakin syahdu. Jumat ini adalah Jumat yang sempurna. Sempuna untuk tidur berdekap selimut dalam kamar yang hangat. Matahari sudah tenggelam. Hujan belum kelar. Saya memandang layar ponsel menunggu kabar. Saya malas sekali keluar rumah, sebenarnya. … Continue reading
2014 adalah tahun di mana kesenian menunjukkan sikapnya secara terbuka dalam pilihan politik praktis. Banyak seniman cum aktivis yang terlibat langsung mengarahkan opini publik dalam tema besar “Revolusi Mental”, dengan mendukung pemerintahan Joko Widodo berkuasa saat ini. Revolusi mental memang kebutuhan mutlak yang diperlukan bangsa ini untuk maju. Mental generasi muda kita hari ini adalah … Continue reading