Esai / Politik / Sosial

Rasa Hormat Demi Majikan Penunggak Upah

upahnunggak

Sumber: Istimewa

Rasa hormat sekaligus sedih, ketika mendengar sepenggal curhatan salah seorang pekerja perusahaan asuransi di bilangan jakarta. Kisah ini berpangkal dari keberadaan perusahaan asuransi bernama Bumi Asih Jaya. Tempatnya bekerja kini sedang mengalami masalah keuangan yang berdampak pada pembekuan seluruh aset dan rekening perusahaan. Hal tersebut dilakukan oleh Jasa kurator atas inisiasi OJK, tuturnya. Produksi perusahaan menjadi tak jelas, upah para pekerja menjadi taruhannya. Akibtanya sudah 4 bulan, terhitung sejak bulan september hingga desember mereka (pekerja) mendapat upah dengan tidak menentu.

Sebagai contoh upah yang mestinya dibayarkan 2,5 juta kini hanya dibayar sebesar 1 sampai 1,5 juta per bulan, itupun diangsur dengan 2-3 kali bayar. Sistem itu berjalan sudah hampir empat bulan, ia menjelaskan curhatannya.

Hingga suatu hari datang kabar baik dari jajaran direksi yang mengatakan jika hutang upah perusahaan kepada seluruh pekerjanya akan dibayarkan tanggal 20 Desember, sungguh kabar yang sangat dinanti olehnya dan teman-temannya. Bagaimana tidak, jika dihitung-hitung perusahaan masih mempunyai beban hutang, jika ditotal mencapai 5 juta dari total gaji selama bekerja 4 bulan.

Namun kabar baik itu tak terealisasikan, musababnya karena ternyata di tanggal 20 Desember, Sang pendiri sekaligus pemilik perusahaan asuransi tersebut tutup usia. Opung Sinaga, ia menyebutnya. Atas peristiwa terebut ia dan teman-temannya merasa bingung, mesti seperti apa menyikpai tanggal 20 tersebut, disatu sisi tanggal itu merupakan hari dimana mereka menagih hak upah mereka yang ditangguhkan, disatu sisi mereka dihadapkan pada situasi perusahaan yang sedang berduka.

Konflik diantara mereka akhirnya melahirkan keputusan untuk tidak menagih janji perusahaan dihari itu, para pekerja menghargai hari tersebut sebagai hari berkabung dan tak ingin menodainya dengan hal tagih menagih janji.

Pasca peristiwa tersebut, perusahaan kembali berjanji akan melunasi hutang upah mereka pada para karyawan tanggal 26 desember nanti. Yang sialnya tanggal tersebut sebenarnya adalah hari libur natal dan tahun baru bagi pekerja di perusahaan tersebut. Perusahaan menetapkan libur sejak tanggal 24 hingga 3 januari 2017. Tentu ada sebagian pekerja yang masih bisa menerima, namun bagi dirinya itu sedikit memberatkan, karena esok hari ia berencana pulang ke kampung menemui istri dan kedua anaknya, dengan hanya membawa uang sebesar 500 ribu.

Sebenarnya ia bisa saja membatalkan niatnya pulang atau kembali dari kampung dihari itu, namun janji perusahaan belum tentu ditepati, seperti yang sudah-sudah, tuturnya. Belum lagi ongkos yang harus dikeluarkan jika ia hendak kembali dan ketika sampai disana upah kembali ditangguhkan, sungguh beresiko. Akhirnya dengan wajah pasrah dan sedikit kecewa ia berkata “liburan tahun ini tidak enak”.

Mendengar curhatnya saya terdiam sembari berbicara dalam hati, “bahwa para pekerja ini sebenarnya mempunyai hak menagih upah ditanggal 20, namun karena menghormati dan menghargai sang pemilik perusahaan yang berpulang mereka mengurungkan niatnya, padahal mereka jauh lebih terluka namun masih bisa menaruh simpati kepada sesama”.

Kisah ini mengajarkan kepada saya jika mereka (para pekerja di perusahaan Bumi Asih Jaya) meski tak terpenuhi haknya, tetap memiliki rasa kemanusiaan meski majikan mereka tidak manusiawi. Bahwa nada minor tentang pekerja yang selalu merasa tidak puas akan upah dan selalu menuntut membabi buta itu tidak selalu benar. Pekerja memang berhak atas upah yang dibayarkan atas setiap keringat yang mereka kucurkan, namun dibalik itu mereka tetap memiliki cinta, kepada keluarga dan sesama manusia.


Yuda Ramdan

Mahasiswa Ilmu Politik IISIP Jakarta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s