Opini / Politik

Hidangan Masterchef Istana untuk Generasi AA

Kemarin, beredar kasak-kusuk di Kampus Jurnalistik: Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa IISIP Jakarta Yulia Purbawati, ikut perjamuan makan malam (18/5) bersama Presiden Jokowi. Warga IISIP (khususnya Mahasiswa) tidak senang dengan keberadaannya di acara perjamuan tersebut. Tapi, The Golden Way ala Mario Teguh sudah di depan mata dengan surat berlambangkan manuk-manukan.

Hello Guys, kapan lagi bisa merasakan kuliner masterchef ala Istana Merdeka?

Ternyata masakan masterchef Istana tidak bisa membuat pang presiden BEM IISIP tertidur nyeyak.

“Plink… Plonk… Ting… Tong… Dunk… Dink… Pret… Prot…” begitu notifikasi terus masuk ke akun sosial media sang presiden. Yang lebih parah lagi, salah satu portal mengatakan ‘Harga Diri Mahasiswa Lebih Murah dari Pelacur AA’.

Kalau saja si penulis opini tersebut menyebutkan nama-nama presiden BEM, mungkin bunyi akun sosmed mereka akan berbunyi “Crot…Crot…Crot..” Tapi sayangnya, hanya nama-nama kampus saja, sebagai representasi dari kampus masing-masing.

Dampak racikan masterchef ditambah bumbu-bumbu dari Twitter dan Facebook, ingin rasanya memuntahkan kembali masakan sang masterchef istana oleh presiden BEM IISIP. Tapi apa mau dikata, sang Masterchef membuat masakan tersebut lebih banyak diserap oleh tubuh dan acara makan malam di Istana lebih mudah diingat oleh rakyat indonesia sebgai “Generasi AA”.

Presiden BEM IISIP mengumpulkan organ-organ, baik Internal dan ekternal, guna memaparkan apa saja resep masakan masterchef Istana Negara dan bagaimana rasanya setelah memakan masakan Istana Negara. Sebelum presiden BEM memaparkan pengalamannya, seluruh organ Mahasiswa di IISIP mengungkapkan dengan semangat 98, bagaimana rasanya makan masakan Uda, Tulang, Emak, Pireli, dan MM, dengan biaya yang terjangkau oleh rakyat Indonesia, dan kenyang tanpa embel-embel konsensi politik.

Setelah semua organ memaparkan nikmat dan barokahnya makan di warung lingkungan IISIP dan kekecewaan atas keberadaan presiden BEM IISIP di acara makan-makan di Istana, presiden BEM IISIP mengungkapkan permintaan maafnya kepada organ-organ yang ada di IISIP.

Mau tidak mau, kita harus mengakui presiden BEM IISIP mempunyai keberanian untuk mengumpulkan semua organ yang ada dan menghadapinya tanpa ada satupun staf BEM yang mendampinginya, meskipun hanya ada “Maaf” .

Pertanyaannya, pada kemana jajaran BEM IISIP ketika Presiden BEM mendengarkan masakan warung di lingkungan IISIP? Apakah mereka takut akan warga IISIP atas tindak politik makan malam bersama orang nomor satu di Indonesia? Atau selama pemerintahan, Yulia Purbawati melakukan tindakan politik tanpa ada kordinasi dengan jajarannya?

Pertanyaan-pertanyaan di atas hanya Presiden BEM IISIP yang bisa jawab beserta jajaran BEM yang paling terdekat. Tapi yang harus diingat oleh Yulia Purbawati adalah pribahasa “Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga”.

Aip Saifullah
Mahasiswa Ilmu Politik IISIP Jakarta

Advertisements

2 thoughts on “Hidangan Masterchef Istana untuk Generasi AA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s