Opini

Memberikan Info Hiv dan Aids di Kampus

Sumber ilustrasi: www.citifmonline.com

Sumber ilustrasi: http://www.citifmonline.com

Kampus sebagai tempat menuntut ilmu bagi generasi muda Indonesia, yang mencetak calon pemimpin dalam berbagai bidang keilmuan, adalah sarana yang tepat untuk memberikan berbagai edukasi. Salah satunya adalah edukasi tentang HIV/Aids.

Memang edukasi tentang HIV/Aids belum masuk dalam kategori kurikulum baik di tingkat SD hingga tingkat universitas. Untuk itu saya sebagai orang yang terdampak langsung dengan program HIV/Aids merasa mempunyai tanggung jawab moril dalam hal pemberian informasi mengenai virus itu, baik dari cara penularan, pencegahan, hingga program yang telah dilaksanakan oleh pemerintah maupun LSM.

Kampus kita, Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta, banyak mencetak para jurnalis. Pers sebagai media informasi untuk masyarakat baik berita peristiwa maupun pendapat seringkali pemberitaan masalah HIV/Aids. Isi beritanya yang ditulis oleh seorang wartawan seringkali kurang berimbang, kurang tepat bahkan salah.

Ketika berita itu terbit di salah satu media baik cetak, tv maupun online, pemahaman masyarakat yang membacanya semakin memberikan stigma negatif terhadap teman-teman yang terinfeksi.

Maka dari itu, saya sebagai pegiat di bidang HIV/Aids merasa perlu memberikan informasi yang tepat, benar dan akurat kepada teman-teman calon jurnalis di kampus.

Memang saya akui, kehidupan pergaulan di kampus, sebagai lembaga pendidikan, masih banyak mahasisiwa yang menyalahgunakan kepentingan belajar dengan gaya hidupnya yang keluar dari norma-norma pendidikan. Contohnya seperti penyalahgunaan narkoika, obat-obatan terlarang dan kehidupan seks bebas.

Saya memulai memberikan informasi HIV/Aids dari sekedar bincang-bincang santai setelah sesi kuliah selesai. Seperti bicara tentang pencegahan dan penularan virus tersebut melalui jarum suntik yang tidak steril dan seks tidak aman sebelum menikah. Dari situ saya bisa gali dan analisa bahwa banyak mahasiswa yang belum mendapat informasi yang tepat dan akurat tentang HIV/Aids.

Ada beberapa mahasiswa mengatakan dan bertanya, “Bang kalau kita berciuman, bersalaman dengan seorang yang terinfeksi itu dapat menularkan?” Saya sangat miris dengan beberapa pernyataan dan pertanyaan akan hal itu.

Dari situ saya berniat untuk tidak bosan-bosan memberikan informasi HIV/Aids baik dalam obrolan santai setelah sesi kuliah selesai hingga tugas mata kuliah.

Pertama kali dalam tugas individu dalam mata kuliah Reportase dan Public Affair Reporting, saya ditugaskan untuk membuat TOR (Term Of Reference) atau kerangka liputan yang harus dibuat seorang wartawan sebelum memulai liputan. Dalam TOR liputan tersebut saya ingin meliput tentang “Penanggulang HIV/Aids di Kota Depok”. Yang pertama saya lakukan dalam penulsan TOR tersebut adalah:

  1. Latar Belakang Masalah
  • Semakin banyaknya warga Kota Depok yang terinfeksi HIV/Aids
  • Belum adanya Rumah Sakit rujukan untuk VCT (Voluntary Concelling and Testing) yaitu tes HIV/Aids secara sukarela tanpa adanya paksaan dari pihak manapun. Juga belum adanya Rumah Sakit rujukan untuk Terapi ARV (Anti Retroviral Virus) yaitu obat yang digunakan oleh teman-teman yang terinfeksi di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Depok maupun Rumah Swasta di Kota Depok.
  • Mati surinya Komisi Penanggulangan Aids Kota Depok.
  1. Fokus Permasalahan
  • Sejauh mana peran Pemerintah Kota Depok dalam penanggulangan HIV/Aids .
  • Program Apa saja yang sudah dilaksanakan Pemkot Depok.
  • Dampak yang terjadi karena belum adanya Rumah Sakit rujukan untuk orang terinfeksi di Kota Depok.
  • Program apa yang telah dilaksanakan Komisi Penanggulangan Aids Kota Depok dan kenapa KPAD Depok mati suri.
  •  Aliran dan untuk program HIV/Aids di kota Depok berasal dari mana.

Dari penggambaran TOR liputan diatas intinya saya ingin seorang calon jurnalis/wartawan dapat benar-benar mengetahui informasi HIV/Aids, baik secara program maupun keuangan hingga pandangan dan persepsi masyarakat terhadap orang yang terinfeksi HIV/Aids dapat hidup secara normal tanpa adanya stigma dan diskriminasi dimasyarakat. Dan masyarakat peduli hingga membantu program penanggulangan HIV/Aids baik secara individu mapun kelompok sesuai dengan salah satu slogan “HIV Stop Sampai di Sini”.

Satu contoh lagi yang ingin saya prensentasikan dalam sebuah tugas kelompok yaitu mata kuliah Perkembangan Teknologi Media. Dalam tugas kelompok tersebut saya membuat paper tentang media KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) dalam bentuk folder.

Saya mempresentasikan tentang sebuah Komunitas orang dengan HIV/Aids atau dalam kalangan aktifitas dikenal dengan dengan sebuta KDS (Kelompok Dukungan Sebaya), di mana itu adalah sebuah wadah komunitas orang dengan HIV/Aids dan orang yang terdampak. Dalam folder KIE tentang KDS itu terdapat:

  1. Sejarah sebuah Kelompok Dukungan Sebaya
  2. Target populasi
  3. Media promosi
  4. Gradasi intensitas
  5. Unsur komunikasi
  6. Kompetitor
  7. Frekwensi penyebaran KIE baik tempat dan waktu
  8. Tujuan umum dan Tujuan khusus

Dari contoh dua tugas mata kuliah tersebut yang saya kerjakan secara individu maupun kelompok, saya berharap calon-calon jurnalis ketika nanti sudah bekerja di media setidaknya sudah mendapatkan gambaran tentang bagaimana cara menulis berita yang baik, benar akurat dan tepat tentang semua informasi yang berkaitan dengan HIV/Aids. Karena kita tahu media baik itu cetak, tv maupun media online adalah sumber informasi yang sangat tepat membantu Pemerintah dalam penangulangan HIV/Aids.

Terakhir pesan saya sebagai penulis dalam artikel ini, saya berharap seluruh masyarakat bahu membahu membantu pemerintah dalam penanggulan HIV/Aids dinegara tercinta kita Indonesia. “Jauhi Virusnya Bukan Manusianya.”


Samsu “Ombudz” Budiman
Mahasiswa Jurusan Jurnalistik IISIP Jakarta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s